Sondag 02 Junie 2013

Cerpen

SEBUTIR TELUR 


Langit yang mendung dan hujan yang turun seraya mengerti perasaan orang- orang yang sedang larut dalam rasa duka. Tangisan yang menderai, tak henti-hentinya terdengar. Sosok seorang yang sangat dihargai dan dihormati itu kini telah tiada. Panglima Jenderal yang gagah berani itu baru saja berpulang, bukan karena habis berperang membela negara melainkan karena penyakit jantungnya, yang tiba-tiba menyerangnya. Berbondong-bondong mereka datang ke kediaman. Tak pandang bulu, mulai dari orang lain, kerabat, keluarga, dan penjabat- penjabat tinggi pun terus berdatangan. Sekiranya untuk melihat jasad terakhir sosok seorang yang sangat baik itu. Jenderal itu meninggalkan empat orang anak, sedangkan istrinya juga sudah lama telah tiada. Anak-anaknya kini menjadi yatim piatu. Anak- anak yang sudah beranjak dewasa itu, tak menyangka ayahnya telah pergi, padahal mereka masih membutuhkan kasih sayang dan ajaran dari sang ayah. Namun apa daya, Tuhan telah memanggilnya. Saat pemakaman, di kerumuni oleh ratusan orang. Kesediahan pun telah sampai pada puncaknya, saat Jenderal itu dimasukkan ke liang lahat. Setelah pemakaman selesai, orang-orang tak henti-hentinya menceritakan kematian sang Jederal, bukan lagi riwayat dari Jenderal itu tapi mengenai warisan dari sang Jederal kepada keempat anaknya. Sepeninggalan sang Jenderal masih menimbulkan tanda tanya, bagaimana tidak? Sang Jenderal tidak mewariskan sejumlah uang, rumah, atau perusahaan tapi hanya mewariskan sebutir telur. Entah.. apa maksud dari sang Jenderal. Apakah sang Jenderal itu lupa? atau memang tidak mewariskan hartanya kepada anak-anaknya. Sedangkan anak-anak dari sang Jenderal belum memikirkan hal itu, karena masih di selimuti rasa kehilangan atas kepergian sang ayah. Sekarang berita itu semakin meluas bahkan menjadi topik utama dalam setiap pembicaraan. Wartawan yang tak henti-hentinya mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. “ayah tak memberikan pesan apapun, tapi hanya memberikan sebutir telur ini untuk kami berempat”, jawab anak sulung setiap kali di tanya soal itu. Ini semakin menimbulkan tanda tanya dan semakin membuat penasaran semua orang. “Hanya sebutir telur? Mana mungkin sang Jenderal hanya memberikan itu kepada anak-anaknya, sang jenderal itu kan kaya raya dan semasa hidupnya selalu menolong orang lain sehingga dia dikenal dengan kedermawannya”, ucap salah seorang kerabat dari sang Jenderal. “Mau di apakan sebutir telur itu untuk di bagi adil dengan empat orang anak?”, ekspos salah satu media massa mengenai hal itu yang menjadi cover depan dari sebuah surat kabar. Banyak yang memberi masukkan mengenai masalah itu, entah secara langsung menyampaikan maupun lewat media elektronik. “sebaiknya telur itu dierami saja dan tunggu hingga telur itu menetas lalu tumbuh menjadi anak ayam dan melahirkan anak lagi, nah itulah yang dibagikan kepada empat orang anak.”, kata salah seorang yang menulis di blognya. Lain dari itu “telur itu di goreng atau di rebus saja sehingga nanti bisa di bagi empat untuk empat orang anak itu”. Ada juga yang memberi saran agar telur itu di lelang, “itu kan warisan terakhir dari sang jenderal pasti banyak yang berminat, lumayan hasil lelang itu bisa di bagi keempat orang anak Jenderal”, ujar seorang kerabat. Bahkan ada yang bilang agar telur itu di museumkan saja karena itu adalah warisan terakhir dari sang Jenderal. Itulah masukkan dari sebagian orang yang peduli dengan masalah itu. Semua itu mereka lakukan untuk membantu memecahkan masalah yang yang di hadapi empat orang anak Jenderal, namun para anak sebenarnya belum tidak mau mengurusi masalah itu, tapi mau tidak mau anak-anak dari Jenderal harus menyelesaikan masalah itu, jika semakin dibiarkan maka akan semakin mempekeruh suasana dan tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Masalah sepele itu semakin dibesar-besarkan. Karena bingung harus bagaimana lagi, sedangkan pendapat orang di negeri ini berbeda-beda bahkan sempat menimbulkan pertentangan, sehingga anak sulung dari Jenderal itu menelpon sahabat ayahnya yang berada di luar negeri. Namanya Mr. Richard. Anak sulung itu cukup dekat dengan Mr.Richard. Mr. Richard juga cukup fasih berbicara bahasa Indonesia karena pernah tinggal cukup lama di Indonesia. Si anak sulung pun menceritakan masalah yang terjadi. Mendengar itu Mr. Richard mau menolong masalah yang dihadapi oleh anak Jenderal itu. Untuk itu dia segera ke Indonesia. Setalah sampai di rumah kediaman Jendral, Mr. Richard beristirahat dahulu. Datanglah si anak sulung menghampirinya. “Bagaimana Mr. Richard apakah Mr sudah menemukan jalan keluar yang tepat?”, tanya anak sulung. “ya, tentu, saya sudah memikirkan soal itu”, jawab Mr. Richard. “oh, ya..bagaimana Mr?”, tanyanya lagi dengan rasa penasaran. “untuk anak Jenderal masing-masing dari kalian akan diberikan uang sebesar seratus juta rupiah dan satu unit mobil, apalah arti sejumlah uang dibandingkan jasa ayahmu”, jawab Mr. Richard dengan jelas dan tanpa bimbang. “Lalu dari mana uang dan mobil itu? Kami kami ada empat orang?” timpal anak sulung itu. “ jangan khawatir masalah itu, saya sudah mengurusnya. Bantuan itu dari bantuan pemerintah, swadaya masyarakat, juga bantuan sosial dari luar negeri. Anggap saja itu sebagai balas jasa atas jasa ayahmu yang telah menjaga perdamaian selama ini”. “iya, saya ucapkan terima kasih atas bantuan Mr. yang rela jauh-jauh datang ke mari untuk membantu kami untuk menyelesaikan masalah ini”, ucap anak sulung itu dengan rasa lega. Setelah berita itu tersiar, tak ada lagi pembicaraan mengenai masalah sebutir telur itu, yang karenanya telah menghebohkan hampir seluruh jagat. Kini para anak pun hidup dengan nyaman dan bahagia dengan fasilitas yang diberikan. Usai menyelesaikan masalah itu, Mr. Richard pun kembali ke Amsterdam. “masalah sudah selesai, jadi saya pamit dulu ya…”, izin Mr. Richard “loh..kok cepat Mr., apakah Mr. tidak tinggal untuk sementara waktu untuk menikmati keindahan Indonesia?” “tidak, kapan-kapan saja saya ke sini lagi, karena saya masih ada urusan di Amsterdam”, jawab Mr. Richard. “iya, Mr Richard terima kasih banyak atas bantuannya”, lanjut si Anak sulung itu sambil memberikan sebuah bingkisan untuk Mr. Richard. “ini apa?” tanya Mr. Richard. “ambil saja Mr. itu adalah telur dari ayah saya, saya berikan untuk Mr. saja karena Mr. telah membantu kami. Mr. Richard juga kan sahabat ayah dan mungkin telur ini kami tidak membutuhkannya lagi, lagi pula kami telah mendapatkan hak kami dengan adil, jadi untuk apa lagi kami menyimpannya”,ujar anak itu. “yah..sudah saya terima, saya harus buru-buru ke bandara nih nanti ketinggalan pesawat”, kata Mr. Richard. “iya Mr. sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Semoga Mr. selamat sampai Amsterdam dan perjalannya menyenangkan Mr”. Mr. Richard pun segera menuju ke Bandara Sukarno- Hatta. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya dia pun masuk ke pesawat. Saat duduk, dia pun menyimpan tas kecil di sampingnya yang berisi telur itu. Ketika pesawat berada di ketinggian hingga menembus awan, tak lama kemudian seorang pramugari menghampirinya. “silahkan Pak”, kata pramugari itu dengan ramah. Sambil menyodorkan segelas kopi dan snack. “ iya, terima kasih”, jawab Mr. Setelah menikmati makanan itu, dia pun mengambil pemutar musik dan tidur sebentar. Sekitar 15 menit tidur, dia pun terbangun untuk buang air kecil. Namun, betapa kagetnya dia ketika menyadari dia tak sengaja menduduki tas itu saat tertidur pulas. Cepat- cepat ia membuka tas kecil itu dan mengambil bingkisan yang baru di kasih oleh anak sahabatnya itu. Ketika di bukanya ternyata telur itu telah pecah. Tapi yang anehnya, telur itu tidak mengeluarkan cairan sebagaimana telur biasanya. Dikumpulnya retakan-retakan telur itu. Saat mengumpulkannya ada sepotong gulungan kertas di dalamnya. Setelah membuka gulungan itu ternyata gulungan kertas itu adalah cek senilai 4 milyar rupiah. 
 ***TAMAT***

1 opmerking:

  1. Lucky 8 Casino Hotel Las Vegas, NV Reviews, Photos & Rates
    Casino. 1 Mohegan Sun Blvd. Las Vegas, 평택 출장안마 NV 89109 (702) 770-7899. Located in the heart of the Las Vegas 보령 출장샵 Strip, this modern 창원 출장샵 hotel and casino offers everything  Rating: 3 · ‎1,393 reviews · 양주 출장샵 ‎Price 충청남도 출장안마 range: $$$

    AntwoordVee uit

Wikipedia

Soekresultate